Kulit kering merupakan masalah dermatologis yang umum terjadi akibat paparan iklim tropis, polusi, dan penggunaan pelembap sintetis jangka panjang. Lemak tengkawang (Shorea stenoptera) berpotensi sebagai emolienalami karena kandungan asam lemak jenuh dan tidak jenuh sertatitik leleh yang stabil (36–39°C). Penelitian ini bertujuanmengetahui karakteristik fisik dan stabilitas fisik sediaan body butter lemak tengkawang pada lima variasi konsentrasi (5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) serta menentukan formula optimal. Penelitian bersifat eksperimental dengan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi, uji stabilitas fisik (cycling test enam siklus), dan uji kelembabanterhadap lima sukarelawan selama 14 hari. Data dianalisismenggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitasLevene, dilanjutkan One-Way ANOVA/Tukey HSD atauKruskal–Wallis, serta uji Wilcoxon Signed-Rank untuk data berpasangan sebelum dan sesudah cycling test. Hasil menunjukkan seluruh formula (F1–F5) homogen dan bertipeemulsi minyak dalam air (O/W) baik sebelum maupun sesudahcycling test. Nilai pH berkisar 5,63–5,76 sebelum dan menurunmenjadi 4,95–5,46 sesudah cycling test (p<0,05). Viskositasmeningkat setelah cycling test, dengan F5 melebihi batas ukuralat. Daya sebar menurun secara signifikan (p=0,001), sedangkan daya lekat cenderung menurun pada F1–F3. Seluruhformula efektif meningkatkan kelembaban kulit (52–56% setelah 6 jam). Formula optimal diperoleh pada F3 (konsentrasi15%) karena memberikan keseimbangan terbaik antaraviskositas, daya sebar, dan daya lekat.
Copyrights © 2026