Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Kota Medan dan sekitarnya, khususnya pada daerah yang berdekatan dengan Bendungan Lau Simeme. Faktor-faktor seperti curah hujan tinggi, kapasitas tampungan air yang terbatas, serta kondisi lingkungan yang tidak stabil menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu menganalisis data historis dan memprediksi potensi banjir secara lebih akurat. Data yang digunakan berasal dari catatan klimatologi dan hidrologi di wilayah Bendungan Lau Simeme. Proses analisis dilakukan melalui tahap pra-pemrosesan data, penerapan algoritma Apriori, serta evaluasi hasil menggunakan support dan confidence untuk menentukan tingkat keakuratan pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Apriori mampu mengidentifikasi kombinasi faktor yang berpotensi menyebabkan banjir dengan tingkat akurasi yang baik. Dengan demikian, implementasi algoritma Apriori dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam sistem peringatan dini banjir di Kota Medan, khususnya di sekitar Bendungan Lau Simeme, guna mendukung upaya mitigasi dan pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026