Pendahuluan: Stomatitis aftosa rekuren (SAR) tipe minor merupakan ulser pada mulut yang paling sering dijumpai. Terapi awal yang dapat digunakan adalah antiseptik topikal seperti klorheksidin yang dapat membantu proses penyembuhan. Penggunaan klorheksidin di rongga mulut dapat menimbulkan efek samping, sehingga dikembangkan kombinasi dengan antiseptik lain seperti cetylpyridinium chloride (CPC). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas klorheksidin dengan dan tanpa CPC dalam mengurangi ukuran dan nyeri ulser pada pasien SAR tipe minor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan desain randomized controlled trial (RCT) dan double blind pada 32 subjek yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I menerima obat kumur kombinasi klorheksidin dan CPC, sedangkan kelompok II menerima obat kumur klorheksidin. Ukuran ulser diukur menggunakan periodontal probe dan tingkat nyeri dinilai dengan visual analog scale (VAS) pada hari ke-1, serta hari ke-3 dan ke-7 pascaintervensi. Hasil: Terdapat penurunan ukuran ulser dan tingkat rasa nyeri pada kedua kelompok dari hari ke-1 hingga hari ke-7 tanpa perbedaan yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Namun, kelompok kombinasi klorheksidin dan CPC menunjukkan rata-rata ukuran ulser yang lebih rendah pada hari ke-7 dibandingkan kelompok klorheksidin. Simpulan: Penggunaan obat kumur klorheksidin dengan dan tanpa CPC memiliki efektivitas yang serupa dalam mengurangi ukuran ulser dan rasa nyeri pada pasien SAR tipe minor.
Copyrights © 2026