Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun keterbatasan pemahaman kinerja keuangan masih menghambat pengambilan keputusan bisnis dan keberlangsungan usaha, termasuk di kalangan UMKM Kota Tegal. Kesenjangan antara tingkat inklusi keuangan yang tinggi dan literasi keuangan yang relatif rendah, serta minimnya kajian yang menguji kinerja UMKM sebagai mediator antara literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemanfaatan teknologi terhadap keberlangsungan usaha secara simultan, menjadi urgensi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kinerja UMKM dan keberlangsungan usaha, serta peran mediasi kinerja UMKM di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei pada 300 pelaku UMKM di Kota Tegal, dipilih dari populasi 1.007 UMKM melalui rumus Slovin dengan teknik accidental sampling, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UMKM; literasi dan inklusi keuangan juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha, sementara pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Kinerja UMKM berpengaruh positif terhadap keberlangsungan usaha dan memediasi ketiga variabel tersebut mediasi parsial untuk literasi dan inklusi keuangan, mediasi penuh untuk pemanfaatan teknologi. Temuan ini menegaskan penguatan kinerja UMKM sebagai jalur penting mengoptimalkan kontribusi ketiga sumber daya tersebut terhadap keberlangsungan usaha UMKM.
Copyrights © 2026