Banjir bandang Aceh dan Sumatera Utara (November, 2025) menimbulkan trauma psikologis mendalam pada anak usia dini, kelompok paling rentan akibat keterbatasan kematangan kognitif dan emosional. Tinjauan sistematis mengonfirmasi absennya intervensi psikososial anak usia dini pascabencana yang terevaluasi di negara berpenghasilan rendah-menengah, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bermain multimodal berbasis nilai spiritual dalam menurunkan indikator kecemasan dan gejala trauma pada 90 anak usia dini korban banjir di Desa Babo, Aceh. Desain deskriptif kualitatif dengan observasi partisipatif digunakan selama tiga hari intervensi, mencakup bernyanyi kolaboratif, ice breaking, menggambar ekspresif, kuis kognitif, dan murajaah kolektif. Hasil menunjukkan pergeseran nyata dari perilaku pasif dan ketakutan terhadap pemicu trauma menuju keterlibatan sosial aktif, ekspresi emosi positif, dan penurunan kecemasan terobservasi. Terapi bermain multimodal terbukti efektif sebagai media katarsis emosional sekaligus strategi pemulihan psikososial berbasis komunitas Muslim pascabencana.
Copyrights © 2026