Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut inovasi pembelajaran yang terlembaga, namun budaya inovasi kolektif di sekolah masih lemah. Kajian ini bertujuan menguji sumbangan parsial dan simultan empat dimensi kepemimpinan transformasional kepala sekolah—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration—terhadap budaya inovasi pembelajaran. Survei eksplanatori melibatkan 43 guru SMP negeri di Surakarta melalui sampling jenuh, menggunakan kuesioner 44 butir (α = 0,910–0,952) yang dianalisis dengan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil menunjukkan keempat dimensi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, dengan individualized consideration sebagai penyumbang terbesar (R² = 0,756); secara simultan keempat dimensi menjelaskan 81,1 persen varians (F = 46,059; p < 0,001). Interkorelasi antardimensi yang sangat tinggi (rerata r = 0,897) mengindikasikan guru mempersepsi kepemimpinan transformasional sebagai konstruk tunggal. Program pengembangan kepala sekolah perlu dirancang holistik dengan penekanan pada keterampilan pembinaan individual.
Copyrights © 2026