Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Peningkatan Kompetensi dan Kelembagaan UMKM Ahbab Maju Melalui Penerapan Teknologi Pembuatan VCO Berbasis Ragi Tempe dan Bromelin

Rina Astarika (Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka)
Baihaqi Baihaqi (Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari)
Anfas Anfas (Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Terbuka)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2026

Abstract

Kabupaten Konawe Kepulauan memiliki potensi kelapa (Cocos nucifera L.) yang melimpah, namun pemanfaatannya oleh UMKM Ahbab Maju masih terkendala metode produksi Virgin Coconut Oil (VCO) konvensional yang membutuhkan waktu lama, menghasilkan rendemen rendah, serta tata kelola kelembagaan yang belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi produksi VCO metode enzimatis berbasis ragi tempe (Rhizopus oligosporus) dan ekstrak bromelin bonggol nanas, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research melalui lima tahapan: persiapan dan koordinasi, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi teknologi, pendampingan kelembagaan dan legalitas usaha, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap 15 peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji N-Gain, serta terhadap kinerja produksi UMKM sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata N-Gain 0,67 (kategori sedang menuju tinggi), tertinggi pada aspek teknik fermentasi ragi tempe (0,76) dan ekstraksi bromelin (0,71). Penerapan teknologi enzimatis meningkatkan rendemen VCO dari 18% menjadi 32%, menurunkan kadar air produk dari 0,35% menjadi 0,19% (memenuhi SNI 7381:2008), mempersingkat waktu produksi dari 72 jam menjadi 20–24 jam, serta meningkatkan kapasitas produksi (+200%), harga jual (+41,6%), dan omzet usaha (+325%). Jumlah anggota aktif UMKM juga bertambah dari 5 menjadi 12 orang. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi transfer teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan mampu memberikan dampak ganda terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan keberlanjutan usaha mitra.

Copyrights © 2026