Komersialisasi ruang digital dan menguatnya budaya konsumtif memperluas paparan anak terhadap persuasi ekonomi sejak dini, sementara pendidikan ekonomi Islam belum secara sistematis diarahkan pada pembentukan perilaku ekonomi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai ekonomi Islam dalam pendidikan anak dan merumuskan model konseptual yang mengintegrasikan literasi keuangan, etika konsumsi, serta perlindungan terhadap konsumerisme digital. Penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan konseptual-kritis dan logika theory synthesis terhadap literatur terindeks Scopus, terutama periode 2021–2026. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi Islam perlu berlandaskan tauhid, amanah, qana‘ah, keadilan, halal–thayyib, serta penghindaran isrāf dan tabdhīr. Internalisasinya memerlukan sinergi keluarga dan sekolah melalui keteladanan, pembiasaan, dialog moral, simulasi, praktik prososial, dan refleksi nilai. Penelitian menghasilkan Model Integratif Pendidikan Ekonomi Islam bagi Anak yang menghubungkan tantangan ekonomi, nilai Islam, ekologi pendidikan, proses pedagogis, dan kompetensi ekonomi moral. Model ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan program literasi keuangan Islami anak yang kontekstual, etis, kritis, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026