Pengajaran bahasa Arab di pesantren Indonesia sering kali terjebak pada paradigma "hafalan matematis" yang memfokuskan bahasa sebagai objek teoritis statis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam transformasi pedagogi bahasa Arab di pesantren modern menuju kompetensi komunikatif melalui model hibrida tri-dimensi: lingkungan (asrama), sosial-kognitif (scaffolding), dan teknologis (Kecerdasan Buatan/AI). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-konseptual yang dipadukan dengan desain kerangka validasi lapangan (field validation framework) yang dirancang untuk pengujian empiris di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatanĀ usage-basedĀ berhasil mereposisi landasan teoretis lama dengan menjelaskan bahwa kompetensi bahasa tumbuh dari akumulasi pengalaman interaktif nyata yang memperkuat jalur saraf linguistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model integratif di mana platform AI adaptif berfungsi menurunkan kecemasan bahasa sebagai mitra tutur personal, guru memberikan bantuan instruksional bertahap, dan asrama bertindak sebagai ekosistem imersi makro yang memungkinkan restrukturisasi kognitif secara mandiri.
Copyrights © 2026