Fly Ash merupakan produk sampingan dari pabrik kelapa sawit yang dihasilkan dari pembakaran kelapa sawit. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah fly ash, salah satunya dengan menjadikan fly ash sebagai bahan koagulan karena memiliki kandungan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan koagulan dari abu boiler (fly ash) untuk air baku. Koagulan dibuat melalui proses ekstraksi padat cair dengan menggunakan pelarut H2SO4 dengan variasi konsentrasi 8%, 10%, 12% dan 14% dengan variasi fly ash 0,5, 0,6 dan 0,7 ml dan waktu ekstraksi selama 2 jam. Parameter kualitas air baku yang diuji meliputi pH, TDS, TSS, turbidity, hardness, dan silica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pelarut dan variasi fly ash sangat berpengaruh signifikan terhadap efektivitas koagulan. Sampel terbaik terdapat pada penggunaan pelarut H2SO4 14% dengan fly ash 0,7 ml, yang mampu menurunkan nilai TSS dari 18 ppm menjadi 1 ppm dan turbidity dari 25 NTU menjadi 2 NTU. Parameter pH meningkat dari 5 menjadi 7,5, mendekati nilai netral dan TDS dari 34 ppm menjadi 492 ppm. Namun, nilai hardness dan silica tidak mengalami perubahan signifikan.
Copyrights © 2026