Limbah cair penambangan batubara mengandung logam berat, seperti mangan (Mn) dan besi (Fe), yang dapat mencemari lingkungan apabila melebihi baku mutu. Salah satu metode pengolahan yang dapat digunakan adalah adsorpsi menggunakan adsorben berbasis biomassa. Kulit jagung memiliki kandungan selulosa dan gugus fungsi aktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel adsorben kulit jagung terhadap penurunan kadar Mn, Fe, Total Suspended Solid (TSS), dan perubahan pH pada limbah cair penambangan batubara serta menentukan ukuran partikel yang paling efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan adsorben kulit jagung yang diaktivasi dengan larutan NaOH 1 N dan diayak pada ukuran 80 mesh, 100 mesh, dan 120 mesh. Proses adsorpsi dilakukan dengan massa adsorben 1,5 gram, waktu kontak 90 menit, dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel memengaruhi efektivitas adsorpsi. Ukuran 100 mesh memberikan hasil terbaik dengan efisiensi penurunan Mn sebesar 56,7% dari 8 mg/L menjadi 3,7 mg/L, Fe sebesar 49,74% dari 14 mg/L menjadi 7 mg/L, dan TSS sebesar 50,7% dari 12 mg/L menjadi 6 mg/L. Selain itu, pH meningkat dari 7,43 menjadi 8,05, sehingga selulosa kulit jagung berpotensi digunakan sebagai adsorben ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair penambangan batubara secara efektif.
Copyrights © 2026