Latar Belakang: Response time atau waktu tanggap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan yang menentukan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan standar nasional ≤ 5 menit. Studi pendahuluan di IGD Rumah Sakit Umum Aulia menemukan bahwa dari 15 pasien yang diamati, 5 pasien (30%) memiliki waktu tanggap lebih dari 5 menit, kondisi ini diperkuat oleh keterangan Kepala IGD bahwa keterlambatan sering terjadi saat penanganan pasien bersamaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan pengaruh karakteristik (jenis kelamin, usia, pendidikan, status pembayaran, tingkat kegawatan), pengetahuan, dan pengalaman pasien terhadap persepsi waktu tanggap di IGD RSU Aulia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 96 pasien yang dihitung dengan rumus Lemeshow, dipilih secara simple random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Sebanyak 75 pasien (78,1%) mempersepsikan waktu tanggap cepat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tingkat kegawatan (p = 0,029), pengetahuan (p = 0,03), dan pengalaman (p = 0,01) berhubungan signifikan dengan persepsi waktu tanggap, sedangkan jenis kelamin (p = 0,295), usia (p = 0,740), pendidikan (p = 0,723), dan status pembayaran (p = 0,472) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan pengalaman sebagai faktor paling dominan (p = 0,010). Kesimpulan: Tingkat kegawatan, pengetahuan, dan terutama pengalaman pasien berpengaruh signifikan terhadap persepsi waktu tanggap di IGD RSU Aulia. Rumah sakit disarankan memonitor dan mengevaluasi waktu tanggap secara berkala serta meningkatkan edukasi pasien mengenai alur pelayanan IGD guna mempertahankan dan meningkatkan persepsi waktu tanggap yang sesuai standar.
Copyrights © 2026