Keselamatan pasien merupakan isu global dan prioritas utama dalam pelayanan rumah sakit untuk meningkatkan mutu serta citra institusi. Insiden keselamatan pasien yang masih terjadi di Rumah Sakit Harapan Sehati menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan keselamatan pasien oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik perawat (usia, jenis kelamin, pendidikan, lama kerja, dan pelatihan) dengan penerapan sasaran keselamatan pasien pada perawat rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di lima ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan Sehati yang berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat berusia 22–30 tahun (81,4%), berjenis kelamin perempuan (88,4%), berpendidikan D-III (81,4%), dan memiliki masa kerja 1–5 tahun (48,8%). Penerapan keselamatan pasien oleh perawat mayoritas berada pada kategori baik (48,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan keselamatan pasien dengan usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,006), pendidikan (p=0,006), lama kerja (p=0,014), dan pelatihan (p=0,001). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik perawat berhubungan secara signifikan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien. Rumah sakit disarankan untuk meningkatkan program pelatihan keselamatan pasien secara berkala bagi seluruh perawat, khususnya perawat dengan masa kerja dan usia yang lebih muda.
Copyrights © 2026