Keterbatasan lahan pekarangan dan rendahnya keterampilan wirausaha bagi kelompok perempuan pasca-pandemi menjadi tantangan utama pemenuhan kebutuhan pangan mandiri di wilayah Indramayu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi mitra dalam mengoptimalkan limbah galon di sulap dengan kolam galon melalui budidaya lele menggunakan teknologi mikroba guna mewujudkan kemandirian ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi penyuluhan teori biologi terapan, pembuatan instalasi kolam skala terbatas, inokulasi bakteri, serta pendampingan manajemen usaha kecil. Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa universitas dan diikuti oleh dua puluh lima orang ibu rumah tangga sebagai peserta kelompok binaan. Hasil evaluasi menggunakan analisis pertumbuhan ternormalisasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra yang signifikan. Nilai efektivitas tertinggi dicapai pada indikator aplikasi bioteknologi bakteri sebesar 88%, diikuti keterampilan teknis budidaya sebesar 77%, serta pemahaman konsep siklus air sebesar 80% persen yang semuanya masuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari program ini adalah integrasi teknologi bakteri probiotik pada lahan pekarangan rumah terbukti efektif menghilangkan bau kolam di kawasan padat pemukiman, meningkatkan efisiensi pakan, serta berhasil menstimulasi kemandirian pangan dan embrio usaha kecil bagi komunitas perempuan di pedesaan.
Copyrights © 2026