Tuberkulosis memerlukan pengobatan dengan obat antituberkulosis (OAT) secara teratur dan sesuai regimen. Pemahaman pasien mengenai cara konsumsi obat merupakan bagian penting dalam mendukung kesinambungan pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi langsung dan mengevaluasi pemahaman pasien mengenai cara konsumsi OAT yang benar. Kegiatan dilaksanakan di Poliklinik Paru dan ruang rawat inap paru Rumah Sakit X pada Juli 2026. Peserta berjumlah 15 pasien yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis. Edukasi diberikan secara langsung dan individual dengan materi meliputi konsumsi OAT sesuai dosis, frekuensi, waktu, dan lama pengobatan yang ditetapkan tenaga kesehatan; pentingnya tidak menghentikan obat tanpa instruksi; serta pelaporan keluhan atau efek samping kepada petugas kesehatan. Pemahaman dievaluasi segera setelah edukasi menggunakan metode menjelaskan kembali (teach-back). Pasien dinyatakan paham apabila mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT sesuai regimen yang diterimanya dengan benar. Peserta terdiri atas 8 laki-laki (53,3%) dan 7 perempuan (46,7%). Sebanyak 10 pasien (66,7%) berusia 18–45 tahun dan 5 pasien (33,3%) berusia lebih dari 45 tahun. Seluruh pasien (15 orang; 100%) mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT dengan benar. Edukasi individual disertai evaluasi teach-back dapat diterapkan sebagai metode sederhana untuk memastikan pemahaman segera pasien. Evaluasi berulang tetap diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, kepatuhan, dan hasil pengobatan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026