Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Cara Konsumsi Obat Antituberkulosis pada Pasien di Rumah Sakit X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Uta Provinsiana Sukmara; Seftiwan Pratami Djasfar; Dara Juliana; Wilfadri Putra Jonesti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4230

Abstract

Tuberkulosis memerlukan pengobatan dengan obat antituberkulosis (OAT) secara teratur dan sesuai regimen. Pemahaman pasien mengenai cara konsumsi obat merupakan bagian penting dalam mendukung kesinambungan pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi langsung dan mengevaluasi pemahaman pasien mengenai cara konsumsi OAT yang benar. Kegiatan dilaksanakan di Poliklinik Paru dan ruang rawat inap paru Rumah Sakit X pada Juli 2026. Peserta berjumlah 15 pasien yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis. Edukasi diberikan secara langsung dan individual dengan materi meliputi konsumsi OAT sesuai dosis, frekuensi, waktu, dan lama pengobatan yang ditetapkan tenaga kesehatan; pentingnya tidak menghentikan obat tanpa instruksi; serta pelaporan keluhan atau efek samping kepada petugas kesehatan. Pemahaman dievaluasi segera setelah edukasi menggunakan metode menjelaskan kembali (teach-back). Pasien dinyatakan paham apabila mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT sesuai regimen yang diterimanya dengan benar. Peserta terdiri atas 8 laki-laki (53,3%) dan 7 perempuan (46,7%). Sebanyak 10 pasien (66,7%) berusia 18–45 tahun dan 5 pasien (33,3%) berusia lebih dari 45 tahun. Seluruh pasien (15 orang; 100%) mampu menjelaskan kembali cara konsumsi OAT dengan benar. Edukasi individual disertai evaluasi teach-back dapat diterapkan sebagai metode sederhana untuk memastikan pemahaman segera pasien. Evaluasi berulang tetap diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, kepatuhan, dan hasil pengobatan dalam jangka panjang.
Edukasi Faktor Resiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik pada Pasien di RS X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Seftiwan Pratami Djasfar; Wilfadri Putra Jonesti; Dara Juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Abdimas Kesosi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i1.261

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK merupakan penyakit peradangan yang bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama atau kronik. Banyaknya angka mortalitas yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh berbagai penyakit yang berbahaya. PPOK menjadi salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama banyaknya angka kematian di dunia. Salah satu penyebab utama terjadinya penyakit PPOK adalah terkenanya paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif. Pemberian edukasi tentang bahaya kebiasaan merokok diperlukan agar masyarakat lebih menyadari tentang akibat bahaya yang timbul dari asap rokok yang sering dianggap aman dan tidak memiliki bahaya untuk kesehatan. Kegiatan dilakukan pada bulan Desember 2024 di salah satu RS swasta di Tangerang dengan metode pengisian kuesioner oleh pasien dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi mengenai faktor risiko PPOK, Kuesioner yang dibagikan terdiri dari lima bagian yaitu identitas diri pasien perokok, riwayat perokok, lingkungan, riwayat Kesehatan pasien, dan edukasi pasien terkait bahaya merokok. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini secara keseluruhan berjenis kelamin laki-laki, dengan rentang usia 21-72 tahun, dan 66.67% merupakan perokok aktif, sedangkan 33.37% merupakan perokok pasif karena mereka tinggal dan sering bersinggungan dengan para perokok aktif. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif menjadi penyebab utama terjadinya PPOK. Dari hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa PPOK sangat beresiko terjadi pada laki-laki, lansia, dan perokok aktif yang bisa menyerang paru-paru dan menyebabkan kematian.
EDUKASI FAKTOR RISIKO ASMA EKSASERBASI BERAT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT X Ikhsan Budi; Desi Purwaningsih; Seftiwan Pratami Djasfar; Dara Juliana; Wilfadri Putra Jonesti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.303

Abstract

Asma merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyerang sekitar 300 juta orang dan menyebabkan ribuan kematian setiap harinya, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, asma memiliki prevalensi tinggi dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup dan angka kematian. Salah satu kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan kematian adalah eksaserbasi berat asma, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti infeksi saluran napas, paparan polusi, alergi, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Kurangnya pengetahuan pasien tentang faktor risiko ini berkontribusi terhadap tingginya angka kekambuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Rumah Sakit X dengan tujuan memberikan edukasi kepada pasien asma mengenai faktor risiko eksaserbasi berat dan upaya pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung kepada pasien dan keluarga pasien serta survei untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal pasien. Hasil menunjukkan bahwa hanya 22,22% responden mengetahui faktor risiko eksaserbasi, yang semuanya adalah pasien dengan riwayat asma lebih dari lima tahun. Edukasi ini meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan asma dan pentingnya penghindaran faktor risiko, yang diharapkan dapat menurunkan angka eksaserbasi berat, memperbaiki kualitas hidup, dan menurunkan angka kematian akibat asma.