Industri konstruksi merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan infrastruktur suatu negara. Dalam konteks konstruksi, mutu beton fc' 22.5 MPa (setara dengan K-275) merupakan salah satu spesifikasi yang sangat umum digunakan untuk elemen balok, kolom, dan pelat. Namun, variasi pelaksanaan di lapangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pencapaian kuat tekan. Ketidakkonsistenan dalam pencampuran, pemadatan, maupun perawatan beton dapat menyebabkan kuat tekan aktual lebih rendah dibandingkan mutu rencana. Salah satu trend terkini untuk memastikan kualitas campuran beton, biasanya menggunakan beton ready mix yang telah terjamin kualitasnya. Dalam penelitian akan dikaji pengaruh gangguan aktivitas manusia terhadap kuat tekan beton dengan menganalisis dua kondisi yaitu terawat yang dengan di curing sesuai standar untuk sampel laboratorium dan diuji pada umur 7,14, dan 28 hari yang menggunakan beton ready mix dalam pelaksanaannya. Kemudian, sampel lapangan yang diambil menggunakan metode core drill dengan dua perlakuan yaitu terawat dan terganggu aktivitas manusia yang akan diuji pada umur 28 hari. Hasilnya akan dianalisis antara sampel laboratorium dan lapangan, yang akan menjadi kajian literatur dalam pengambilan keputusan saat pembuatan beton di lapangan.
Copyrights © 2026