Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi fisik dan perilaku sedentari serta kebugaran fisik di kalangan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 60 siswa kelas lima yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Kuesioner Literasi Fisik pada Anak (PLC-Quest) untuk mengukur literasi fisik, Kuesioner Aktivitas Sedentari Remaja (ASAQ) untuk perilaku sedentari, dan Tes Kebugaran Siswa Nusantara (TKPN) untuk kebugaran fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara literasi fisik dan perilaku sedentari (r = -0,481; p < 0,001), serta hubungan positif yang signifikan antara literasi fisik dan kebugaran fisik (r = 0,521; p < 0,001). Selain itu, kontribusi literasi fisik terhadap perilaku sedentari diklasifikasikan sebagai rendah hingga sedang (20,7%), sedangkan kontribusinya terhadap kebugaran fisik diklasifikasikan sebagai sedang (33,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi fisik seorang siswa, semakin baik kebugaran fisiknya dan semakin rendah perilaku sedentarinya; dengan demikian, literasi fisik memainkan peran penting dalam menumbuhkan gaya hidup aktif dan kesehatan fisik di kalangan siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026