Menggunakan desain kuantitatif berbasis metode survei, studi ini menguji bagaimana performa kerja perawat di RS Nahdlatul Ulama Jombang dipengaruhi oleh faktor pengelolaan pengetahuan (knowledge management) serta efikasi diri di tengah fase krusial peningkatan status operasional institusi dari tipe D ke tipe C. Melalui teknik acak berlapis proporsional (proportionate stratified random sampling), sebanyak 73 responden dipilih dari total populasi yang berjumlah 87 perawat untuk mengisi kuesioner skala Likert yang pengerjaannya turut diperkuat oleh observasi serta wawancara langsung. Setelah diuji menggunakan analisis regresi linier berganda, hasil statistik menunjukkan bahwa secara parsial, efikasi diri memegang peranan positif dan sangat bermakna dalam mendongkrak kinerja, sementara pengelolaan pengetahuan terbukti belum memberikan dampak yang signifikan. Meski demikian, ketika diuji secara bersamaan (simultan), kedua variabel tersebut terbukti berdampak signifikan terhadap produktivitas kerja perawat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keyakinan atas kapasitas diri perawat merupakan pilar krusial bagi efektivitas kerja mereka, sedangkan sistem manajemen pengetahuan di rumah sakit tersebut masih perlu dioptimalkan agar mampu menyokong mutu pelayanan secara maksimal selama masa transisi kenaikan kelas faskes tersebut.
Copyrights © 2026