Penilaian autentik perlu diterapkan guna memastikan keterampilan peserta didik dapat diukur dengan baik. Namun kenyataannya, banyak guru yang belum mampu melaksanakan penilaian autentik dengan baik dan benar karena berbagai alasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penilaian autentik dalam pembelajran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Kedungwadas 01 Bantarsari Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan seorang guru kelas V di SD Negeri Kedungwadas 01 Bantarsari Cilacap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan penilaian autentik dengan baik, tetapi belum optimal karena menghadapi beberapa kendala antara lain kurangnya waktu dan pengetahuan tentang cara menyusun rubrik penilaian.
Copyrights © 2026