Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor pertanian Kota Palangka Raya menggunakan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data sekunder tahunan periode 1995–2024 yang bersumber dari BPS Provinsi Kalimantan Tengah, BPS Kota Palangka Raya, Universitas Palangka Raya, dan Dinas Pertanian Kota Palangka Raya. Uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) menunjukkan kombinasi variabel I(0) dan I(1), sehingga memenuhi syarat penggunaan ARDL. Model ARDL(1,1,0,1,0,1,0,1,0,0,1) terpilih berdasarkan nilai AIC terendah sebesar 0,608445 dari 2.048 spesifikasi yang dievaluasi. Uji Bounds Test menghasilkan F-statistik 4,306 yang melampaui nilai kritis batas atas I(1) pada α = 1% (3,610), membuktikan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang. Model ECM menghasilkan R² = 0,8749 dengan koefisien ECT = −1,3838 (signifikan pada α = 1%). Dalam jangka pendek, serapan tenaga kerja (koefisien 1,300) dan produksi ubi kayu (0,419) berpengaruh positif signifikan, sementara produksi padi (−0,762), penduduk miskin (−50,074), dan indeks harga ubi kayu (−0,894) berpengaruh negatif signifikan. Dalam jangka panjang, serapan tenaga kerja (1,546) dan produksi ubi kayu (0,634) tetap sebagai pendorong utama, sedangkan produksi padi (−1,360), produksi jagung (−0,524), dan penduduk miskin (−104,120) menjadi penghambat dominan. Indeks harga beras (2,742) dan indeks harga ubi kayu (0,860) berpengaruh positif jangka panjang. Kebijakan pertanian perlu memprioritaskan peningkatan kualitas tenaga kerja, pengentasan kemiskinan struktural, dan pengembangan ubi kayu sebagai komoditas unggulan.
Copyrights © 2026