Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami pertumbuhan pesat dan memiliki kebutuhan gizi yang tinggi. Ketidakseimbangan antara asupan energi dan zat gizi makro dapat menyebabkan gangguan status gizi seperti gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, hingga obesitas. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama memiliki tanggung jawab dalam penyediaan makanan yang seimbang dan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) dengan status gizi santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Bukit Cendrawasih Nabire. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan metode Food Recall 2x24 Jam pada hari weekend dan weekdays serta pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (72.3%). Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0.61), protein (p=0.66), lemak (p=0.92), dan karbohidrat (p=0.19) dengan status gizi santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Bukit Cendrawasih Nabire. Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi di Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) Bukit Cendrawasih Nabire. Saran: Diperlukan upaya preventif melalui edukasi gizi bagi santri serta dukungan koperasi pondok pesantren dalam menyediakan jajanan bergizi guna mendukung pola makan sehat dan mencegah gangguan kesehatan.
Copyrights © 2026