Usahatani sayuran merupakan bagian penting dari sektor hortikultura yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan. Di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, bayam dan kangkung merupakan salah satu komoditi yang banyak ditanami, namun keberlanjutannya menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, tingginya biaya input, ketergantungan pada pupuk kimia, serta rendahnya penerapan teknologi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penyuluh dan petani, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran berdasarkan dimensi ekonomi, ekologi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Penelitian dilaksanakan pada September 2025 hingga Maret 2026 dengan metode deskriptif kualitatif. Sebanyak 7 responden dipilih secara purposive yang terdiri dari penyuluh pertanian dan pengurus kelompok tani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan metode MICMAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani didominasi laki-laki usia produktif dengan pendidikan mayoritas SMP dan pengalaman lebih dari 10 tahun, serta sebagian besar memiliki lahan 1–2 ha. Hasil MICMAC menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kimia menjadi faktor paling berpengaruh, sedangkan pendapatan petani memiliki tingkat ketergantungan tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani sangat ditentukan oleh efisiensi penggunaan input produksi dan kondisi ekonomi petani, sehingga upaya peningkatan penggunaan benih unggul dan penerapan teknologi budidaya menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026