Limbah kulit singkong merupakan limbah organik yang melimpah di Bukittinggi, tetapi pemanfaatannya masih terbatas sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Seiring berkembangnya desain produk, material ramah lingkungan semakin dibutuhkan untuk mendukung konsep sustainable design. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai material alternatif dalam perancangan produk set organizer yang fungsional, estetis, dan desain berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, eksperimen material, dianalisis dengan metode 5W+1H menentukan perancangan. Prosesnya yaitu eksplorasi kulit singkong, pembersihan, pengeringan, pencetakan menjadi material komposit, pengembangan konsep, pembuatan sketsa, visualisasi tiga dimensi, hingga prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit singkong berpotensi sebagai material alternatif produk set organizer. Material yang dihasilkan memiliki tekstur alami, warna earth tone, dan nilai estetika. Produk yang dirancang meliputi tempat tisu, tray multifungsi, tempat alat tulis, wadah serbaguna, dan asbak dengan sistem modular untuk meningkatkan kerapian dan efisiensi ruang. Perancangan ini membuktikan limbah kulit singkong diolah menjadi produk fungsional bernilai tambah mendukung desain berkelanjutan serta berpotensi menjadi inovasi produk berbasis potensi lokal Bukittinggi.
Copyrights © 2026