Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan unggulan yang berpotensi mendukung perekonomian petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi dan pendapatan usahatani kopi robusta di tiga kecamatan sentra, yaitu Kecamatan Jaro (Desa Garagata), Kecamatan Haruai (Desa Teratau), dan Kecamatan Muara Uya (Desa Santuun). Data diperoleh melalui metode survei terhadap 60 petani responden yang dipilih secara sensus. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menghitung biaya investasi, penerimaan, dan pendapatan usahatani dari tahun ke-0 hingga panen perdana tahun ke-3. Hasil menunjukkan bahwa produktivitas pada panen perdana bervariasi: Kecamatan Jaro mencatat produksi tertinggi sebesar 239 kg/tahun, diikuti Kecamatan Haruai 160 kg/tahun, dan Kecamatan Muara Uya 144 kg/tahun. Hanya Kecamatan Haruai yang mencapai pendapatan positif sebesar Rp1.052.867 dengan rasio penerimaan terhadap biaya 1,17. Kecamatan Jaro mencatat defisit Rp2.225.625 akibat investasi awal yang tidak proporsional, sedangkan Kecamatan Muara Uya mengalami kerugian terbesar Rp3.247.844 akibat rantai masalah yang dipicu cuaca ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi investasi dan manajemen risiko iklim, bukan volume produksi semata, merupakan penentu kelayakan ekonomi usahatani kopi robusta pada fase awal panen.
Copyrights © 2026