Yusuf Azis
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Daya Saing Crude Palm Oil (CPO) Indonesia di Pasar Internasional: Periode Pra, Selama, dan Pasca Pandemi Covid-19 Jayadi Jayadi; Yusuf Azis; Nuri Dewi Yanti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24172

Abstract

Indonesia merupakan produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia, namun kajian terintegrasi tentang daya saing CPO Indonesia yang membandingkan tiga fase pandemi COVID-19 dengan menggabungkan banyak metode dalam satu kerangka analitis masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekspor CPO Indonesia berdasarkan nilai, volume, dan harga pada periode pra-pandemi (2017–2019), selama pandemi (2020–2021), dan pasca-pandemi (2022–2025), serta menganalisis daya saing ekspor CPO Indonesia di pasar China dan India. Penelitian menggunakan data sekunder time-series dari BPS, UN Comtrade, World Bank Commodity Markets, dan USDA, dianalisis dengan integrasi enam metode: Constant Market Share (CMS), Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Index of Specialization in Trade (ISP), Acceleration Ratio (AR), dan X-Model. Hasil menunjukkan total nilai ekspor pasca-pandemi mencapai USD 94.073,86 juta sebagai nilai tertinggi sepanjang periode penelitian. Dekomposisi CMS mengungkap pembalikan pola: Competitiveness Effect (CE) positif USD 21.649,20 juta pada transisi pra ke selama pandemi, namun berbalik negatif USD 49.953,41 juta pada transisi selama ke pasca pandemi. RCA Indonesia konsisten sangat kuat pada rentang 44,31 hingga 58,20, jauh melampaui ambang RCA > 2,5, didukung ISP mendekati +1. Analisis EPD dan X-Model menempatkan China sebagai Pasar Optimis (peningkatan pangsa 11,80 persen) dan India sebagai Pasar Potensial 1 (penurunan pangsa 20,68 persen meski daya tarik tumbuh 68,81 persen). Temuan ini mengungkap paradoks daya saing Indonesia: kuat secara struktural namun rentan secara dinamis.
Efisiensi Teknis dan Risiko Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Tabalong: Pendekatan Data Envelopment Analysis Dony Tugas Prasetyo; Yudi Ferrianta; Yusuf Azis
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24151

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam stabilitas inflasi pangan, namun kajian efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kalimantan, khususnya di wilayah penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN), masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan sumber risiko usahatani bawang merah; mengkaji manajemen risiko petani; serta mengevaluasi efisiensi teknis di Kabupaten Tabalong. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Muara Uya, Banua Lawas, dan Upau menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Sebanyak 50 petani dipilih secara proportionate random sampling selama periode April 2025 sampai Januari 2026. Analisis mencakup biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan; analisis risiko menggunakan variance, simpangan baku, dan koefisien variasi (KV); serta efisiensi teknis menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) model Variable Returns to Scale (VRS) berorientasi input. Hasil menunjukkan rata-rata biaya total Rp24.813.689 per musim tanam menghasilkan penerimaan rata-rata Rp116.094.000, dengan R/C ratio 4,68 dan keuntungan rata-rata Rp91.280.311, di mana seluruh petani sampel memperoleh keuntungan positif. Nilai KV produksi (0,793) dan KV keuntungan (0,868) di bawah satu mengindikasikan risiko yang terkendali. Rata-rata efisiensi teknis VRS mencapai 95,88 persen dengan 62 persen petani berada pada kondisi efisien sempurna. Sumber utama inefisiensi berasal dari penggunaan tenaga kerja, benih, dan pupuk yang belum optimal. Mayoritas petani beroperasi pada kondisi Increasing Returns to Scale (IRS), yang menyiratkan peluang peningkatan efisiensi melalui penyesuaian skala usaha.
Analisis Produksi dan Pendapatan Perkebunan Kopi Robusta di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Nana Iriani; Yusuf Azis; Muhammad Fauzi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23779

Abstract

Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan unggulan yang berpotensi mendukung perekonomian petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi dan pendapatan usahatani kopi robusta di tiga kecamatan sentra, yaitu Kecamatan Jaro (Desa Garagata), Kecamatan Haruai (Desa Teratau), dan Kecamatan Muara Uya (Desa Santuun). Data diperoleh melalui metode survei terhadap 60 petani responden yang dipilih secara sensus. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menghitung biaya investasi, penerimaan, dan pendapatan usahatani dari tahun ke-0 hingga panen perdana tahun ke-3. Hasil menunjukkan bahwa produktivitas pada panen perdana bervariasi: Kecamatan Jaro mencatat produksi tertinggi sebesar 239 kg/tahun, diikuti Kecamatan Haruai 160 kg/tahun, dan Kecamatan Muara Uya 144 kg/tahun. Hanya Kecamatan Haruai yang mencapai pendapatan positif sebesar Rp1.052.867 dengan rasio penerimaan terhadap biaya 1,17. Kecamatan Jaro mencatat defisit Rp2.225.625 akibat investasi awal yang tidak proporsional, sedangkan Kecamatan Muara Uya mengalami kerugian terbesar Rp3.247.844 akibat rantai masalah yang dipicu cuaca ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi investasi dan manajemen risiko iklim, bukan volume produksi semata, merupakan penentu kelayakan ekonomi usahatani kopi robusta pada fase awal panen.