Toxic relationship merupakan hubungan interpersonal destruktif yang ditandai oleh manipulasi emosional, kontrol berlebihan, kekerasan verbal, rendahnya penghargaan diri, dan ketimpangan relasi yang merusak kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis strategi efektif untuk keluar dari hubungan toxic serta mendukung pemulihan emosional melalui penguatan self love. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), analisis dilakukan terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional periode 2020–2026 yang bersumber dari Google Scholar dan jurnal psikologi terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan toxic berkorelasi kuat dengan rendahnya self esteem, kesulitan regulasi emosi, kecemasan, trauma psikologis, dan kecenderungan self blaming. Proses pemulihan emosional dipengaruhi oleh dukungan sosial, intervensi terapi, peningkatan self-esteem, pengelolaan emosi, batasan diri (boundaries), dan praktik self love berkelanjutan. Temuan menegaskan bahwa self-love bukan sekadar konsep motivasional, melainkan mekanisme psikologis krusial untuk membangun resiliensi dan mencegah individu kembali terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Artikel ini diharapkan menjadi referensi akademik sekaligus edukasi psikologis masyarakat mengenai pentingnya pemulihan pasca toxic relationship.
Copyrights © 2026