Pendahuluan: BPJS telah mengembangkan sistem pelayanan terkait sistem regulasi antrean dan kontrol pasien melalui digitalisasi via aplikasi Mobile JKN .Efektivitas regulasi bergantung pada tingkat literasi kesehatan digital masyarakat yang dipengaruhi oleh kesenjangan demografi. Tujuan: untuk menganalisis hubungan karakteristik demografi (usia dan tingkat pendidikan) dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai regulasi antrean dan kontrol JKN berbasis digital. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 52 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis menggunakan uji Chi-Square melalui Jamovi. Hasil: analisis univariat menunjukkan mayoritas responden pada usia 17–25 tahun (48,1%), berpendidikan SMA/SMK/MA (67,3%), dan berpengetahuan kategori Cukup (51,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan regulasi JKN digital (p-value = 0,038 < 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan JKN digital (p-value = 0,801 > 0,05). Kesimpulan: Karakteristik usia menjadi penyebab utama yang memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap regulasi JKN digital, sementara tingkat pendidikan tidak menjadi jaminan literasi fungsional sistem kesehatan. Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan faskes primer perlu mengoptimalkan edukasi terstruktur berbasis kelompok usia untuk meminimalkan hambatan administratif pasien di era digital.
Copyrights © 2026