Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, praktikum, dan praktik klinik. Aktivitas fisik diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental dan menurunkan stres. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Sari Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 168 mahasiswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil: Mayoritas responden mengalami stres sedang (60,7%), diikuti stres tinggi (30,4%) dan stres rendah (8,9%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik tinggi (88,1%), sedangkan 11,9% memiliki aktivitas fisik sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,043 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan Universitas Sari Mulia. Pengelolaan stres dan peningkatan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental mahasiswa.
Copyrights © 2026