Latar Belakang: Kabupaten Seluma merupakan salah satu wilayah lokus percepatan penurunan stunting dengan prevalensi stunting sebesar 24,7%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada anak balita. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Terdapat 106 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas, dan Posyandu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk variabel dengan data nominal, dan uji Kendalls-Tau untuk data ordinal. Kemudian, uji multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 responden penelitian, terdapat 58,5% kasus stunting. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting dalam penelitian ini, yaitu status gizi ibu saat hamil (0,000), riwayat anemia saat hamil (0,000), dan Hb ibu saat menyusui (0,000). Faktor risiko yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah status gizi ibu saat hamil yang memiliki pengaruh terbesar dengan nilai Exp. B = 11,937. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia saat hamil, dan Hb ibu saat menyusui.
Copyrights © 2026