Pekerja industri farmasi berisiko mengalami Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) akibat postur kerja tidak ergonomis yang berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi postur kerja pada lima posisi jabatan di PT X Industri Farmasi menggunakan instrumen GOTRAK (SNI 9011:2021) dan menyusun program kesehatan kerja berbasis hasil tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi ergonomi deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung di tempat kerja, penilaian risiko melalui matriks 5×5, dan penyusunan strategi pengendalian berbasis hierarki K3 sesuai PP No. 28 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh posisi jabatan memperoleh skor GOTRAK dalam kategori "Perlu Pengamatan" (skor 5–6), kecuali posisi Scientist yang mencapai skor 7 (kategori "Berbahaya") dengan risiko awal sangat tinggi (RR = 16). Posisi Operator Cetak Tablet, Operator Coating, dan Packer memiliki risiko awal tinggi (RR = 12), sementara Operator Cleaning berada pada risiko sedang (RR = 6). Bahaya ergonomi utama mencakup postur leher menunduk >20°, lengan tidak tertopang, pergelangan tangan menekuk, serta duduk dan berdiri dalam durasi lama. Program kesehatan kerja yang disusun mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif sesuai Pasal 233 PP 28/2024. Simpulan penelitian ini menegaskan urgensi intervensi ergonomi terpadu dan terstruktur di lingkungan industri farmasi sebagai upaya pengendalian WMSDs secara komprehensif.
Copyrights © 2026