Latar Belakang: Ekstrak daun binahong kaya akan flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi, sementara minyak atsiri kulit buah jeruk purut mengandung limonen sebagai antioksidan. Kombinasi keduanya dalam gel diharapkan secara sinergis meningkatkan penyembuhan luka pada kondisi hiperglikemia. Tujuan: memformulasi gel kombinasi, mengevaluasi sifat fisik, dan menguji aktivitasnya pada tikus putih hiperglikemia. Metode: Penelitian eksperimental dengan purposive sampling. Lima formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi total 0% (basis), 5% (2,5:2,5), dan 10% (7,5:2,5; 2,5:7,5; 5:5). Evaluasi sifat fisik meliputi organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan stabilitas. Uji aktivitas menggunakan 24 tikus jantan yang diinduksi aloksan 150 mg/kgBB dan dibuat luka bedah. Hewan dibagi enam kelompok: kontrol positif Bioplacenton, kontrol negatif basis, serta empat kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi. Pengamatan penyusutan panjang luka dilakukan selama 5 hari. Hasil: seluruh formulasi memenuhi standar mutu sifat fisik yang ditetapkan. Uji aktivitas menunjukkan bahwa kelima formula efektif mempercepat penyembuhan luka dengan hasil yang signifikan secara statistik (p=0,002). Uji post hoc mengungkapkan bahwa formula F4 dengan konsentrasi 5:5% memberikan pengaruh paling signifikan dibandingkan formula lainnya. Kesimpulan: sediaan gel kombinasi ekstrak binahong dan minyak atsiri jeruk purut berhasil diformulasi dengan sifat fisik baik dan terbukti efektif sebagai terapi topikal untuk penyembuhan luka pada tikus hiperglikemia.
Copyrights © 2026