Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Kualitas tidur yang buruk diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Se-Kota Jambi Tahun 2026. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 118 responden di 20 puskesmas. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (59,3%). Tekanan darah responden didominasi kategori prehipertensi dan hipertensi derajat 1 (33,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah (p=0,010). Responden dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 1,14 kali lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan responden dengan kualitas tidur baik (PR=1,14). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi tahun 2026.
Copyrights © 2026