Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama reaksi merugikan akibat obat (adverse drug interaction), yang terjadi ketika suatu obat memengaruhi farmakokinetik atau farmakodinamik obat lain sehingga mengubah efeknya. Kombinasi Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID) berpotensi memengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, serta hubungan efektivitas terhadap interaksi obat ARB–NSAID di Rumah Sakit X Banjarbaru. Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis Januari–Desember 2024 pada 60 pasien rawat inap, terdiri atas 30 pasien yang menerima terapi ARB dan 30 pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Data yang dianalisis meliputi tekanan darah pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi obat pada pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Seluruh interaksi termasuk mekanisme farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate (100%). Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara interaksi obat ARB–NSAID dan efektivitas terapi antihipertensi (p = 0,001; p < 0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi ARB–NSAID berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan klinis.
Copyrights © 2026