Stunting berakar dari masalah gizi remaja yang diperparah oleh kurangnya literasi dan mitos kesehatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasi edukasi kritis kesehatan reproduksi dan gizi berbasis budaya lokal Dawan di SMP Kristen 3 Soe dengan 26 siswi kelas IX sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pemahaman kognitif yang mendalam, terutama dalam mengurai miskonsepsi mitos stunting dari 34,6% menjadi internalisasi 88,5%. Aspek sikap informan menunjukkan pergeseran positif berupa kebanggaan mengonsumsi pangan lokal hingga 100%, yang termanifestasi dalam konsistensi tindakan nyata menjaga kebersihan reproduksi, mengonsumsi sayur hijau kaya zat besi, dan kepatuhan minum tablet tambah darah. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis ilmu farmasi dan kearifan lokal Dawan berhasil membangun kesadaran kritis serta perilaku preventif remaja putri sebagai strategi solutif memutus mata rantai stunting.
Copyrights © 2026