Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Pendidikan Keluarga Guna Menciptakan Generasi Sehat dan Cerdas Barbara Azalya Sarifudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JPMI - Februari 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.896

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang dihadapi dunia, khususnya di negara miskin dan berkembang. Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi dan berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia. Provinsi NTT termasuk kategori kronis-akut (Stunted ? 20% dan Wasted ? 5%), dengan prevalensi stunting mencapai 37,8% dan Kota Kupang 26,1% (2021).  Tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya penyebaran informasi terkait pencegahan dan cara mengatasi stunting. Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat dibutuhkan guna mencegah stunting. Kegiatan dilaksanakan tanggal 16 Juli 2022 di RT 13/ RW 006 Kelurahan Naikoten II Kota Kupang, karena memiliki angka stunting yang tinggi. Edukasi diberikan melalui leaflet, berisi materi tentang stunting disertai diskusi tanya jawab dengan 4 kader dan 12 Ibu balita. Edukasi juga disertai pemberian susu sebagai makanan tambahan bergizi bagi balita. Setelah dilakukan edukasi, kader dan ibu balita diminta mengisi kuesioner untuk memastikan pemahaman mengenai stunting. Berdasarkan kuesioner diperoleh hasil, terjadi peningkatan pengetahuan (81,25%) tentang makanan tambahan bergizi dan terjangkau untuk ibu hamil dan bayi, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap serta perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memerangi stunting.
Sosialisasi Protokol Kesehatan COVID-19 dan Pemberian Multivitamin di SD Inpres Lakat Kabupaten TTS Barbara Azalya Sarifudin; Nur Oktavia; Magi Melia Tanggu Rame; Yohana Krisosotoma Anduk Mbulang; Cahyani Purnasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.733

Abstract

Penyakit infeksi COVID-19 merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia termasuk Indonesia. COVID-19 menulari manusia saat orang yang positif COVID-19 bersin atau batuk akan mengeluarkan tetesan atau partikel mengandung virus, yang dapat menular baik secara kontak langsung atau tidak langsung. Penyebaran COVID-19 mengubah kehidupan sosial masyarakat, maka untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dibutuhkan peran aktif masyarakat. Pencegahan dan pengendalian COVID-19 di masyarakat dapat ditingkatkan dengan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker yang baik dan benar, protokol kesehatan, yakni cara mencuci tangan dan etika batuk yang baik dan benar, serta konsumsi vitamin tambahan. Karena itu dilakukanlah kegiatan sosialisasi ini untuk membantu masyarakat Desa Lakat, khususnya siswa SD Inpres Lakat, untuk mendapatkan pengetahuan untuk mencegah dan mengendalikan COVID-19 dengan mempraktikkan perilaku hidup bersih, konsumsi makanan bergizi selama masa pandemi, serta memberikan multivitamin tambahan kepada para siswa. Pelaksanaan dilakukan dalam bentuk ceramah, demonstrasi, pembagian leaflet, masker dan multivitamin. Kegiatan berjalan lancar dan berhasil, terukur dari empat komponen, yaitu target jumlah peserta, tujuan sosialisasi, target sosialisasi dan kemampuan penguasaan materi peserta. Hasilnya siswa SD Inpres Lakat mengetahui pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 melalui praktik cara penggunaan masker, cara mencuci tangan dan etika batuk serta menjaga sistem imun dengan mengonsumsi multivitamin.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Kelor Sarifudin, Barbara Azalya; Rame, Magi Melia Tanggu
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.260

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada anak serta dapat memberikan dampak buruk kepada kualitas hidup dalam usaha mencapai tumbuh kembang yang optimal.Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi panganan lokal yang bernilai gizi tinggi. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi daun kelor.Tujuan: Karena itu dilakukanlah kegiatan sosialisasi ini untuk membantu masyarakat di RT 006, 008, 011, 012 dan 013 Kelurahan Naikoten II Kota Kupang untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi terkait pencegahan dan cara mengatasi stunting, meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat dan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis kelor kepada anak-anak.Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, pembagian leaflet dan pemberian PMT kelor kepada anak-anak.Hasil: Kegiatan berjalan lancar, berhasil dan mendapatkan responantusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Terukur dari empat komponen, yaitu target jumlah peserta, tujuan sosialisasi, target sosialisasi dan kemampuan penguasaan materi peserta.Simpulan: Hasilnya masyarakat mengetahui pentingnya pencegahan dan cara mengatasi stunting serta mengetahui cara meningkatan kualitas pemberian gizi pada anak dengan PMT
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Kelor Sebagai Bahan Pangan Dalam Mencegah Stunting Dan Penyakit Tidak Menular Di Desa Penfui Timur Rame, Magi Melia Tanggu; Sarifudin, Barbara Azalya
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.276

Abstract

Pendahuluan: Gizi buruk menjadi salah satu masalah global yang masih terus dihadapi oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Pemenuhan gizi yang belum tercukupi saat masih dalam kandungan ataupun ketika sudah lahir dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada ibu maupun pada bayinya. Salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau bertubuh pendek akibat kurang gizi kronik.Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait manfaat tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular.Metode: Metode  yang  digunakan  adalah  metode  ceramah  dan  diskusi  tanya  jawab. Masyarakat diberi sosialisasi edukasi tentang pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular dengan menggunakan  media berupa Leaflet. Masyarakat juga mendapat pelayanan gratis berupa pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan pemeriksaan tekanan darah.Hasil:  Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi edukasi pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular dapat dikatakan baik dan berhasil, yang diukur dari empat komponen yaitu keberhasilan target jumlah peserta sosialisasi, ketercapaian tujuan sosialisasi dapat dikatakan baik (95%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (95%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (95%).Simpulan: Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah mengetahui pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan pangan  dalam mencegah stunting dan penyakit tidak menular serta mengetahui cara praktis pengelolaan daun kelor.
Analisis Manajemen Penyimpanan Sediaan Vaksin COVID-19 di Instalasi Farmasi RSUD S. K. Lerik Kota Kupang Sarifudin, Barbara Azalya; Lette, Arman Rifat; Kulla, Selviana Take
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 22 No 1 (2024): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i2.1439

Abstract

The COVID-19 pandemic poses a vast morbidity and mortality burden and disrupts communities and economies globally, including Indonesia. Vaccination is an essential prevention. Vaccine storage must be maintained to preserve its potency and safety. This study determined the suitability of the storage and COVID-19 vaccine preparations at the Pharmacy Installation of RSUD S. K. Lerik Kupang City, based on the 2020 Good Drug Distribution Method (Cara Distribusi Obat yang Baik or CDOB) standard and the 2021 Ministry of Health regarding Technical Instructions for Vaccination Implementation in Combating the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pandemic. This study used a qualitative, non-experimental observational method, data collection, structured interviews, and documentation. The storage management assessment for the COVID-19 vaccine is carried out using Zuhroh's checklist tool. The results show that the COVID-19 vaccine storage system at the RSUD S. K. Lerik needs development to follow CDOB 2020 and Kepmenkes 2021 rules fully. Indicators results that are below the standard: training and evaluation, the unavailability of a hygiene schedule, air ventilation, Vaccine Vial Monitor (VVM) images, expiration places, quarantine places, destruction of damaged vaccines, weekly and monthly recording maintenance, and also unavailability of replacement equipment during the implementation, repair, maintenance, and calibration of equipment.
Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Hipertensi Rawat Jalan Peserta Askes Dan Dampaknya Pada Biaya Barbara Azalya Sarifudin; Tri Murti Andayani; Achmad Fudholi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 15 No 2 (2017): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a degenerative disease which is a health problem for all people. Treatment therapy in hypertensive patients takes a long time and regular control causes the tendency of patients to be disobedient during treatment so that the cost of treatment is expensive. The aim of the study was to find out the description of the therapy of hypertensive patients, the description of the compliance of hypertensive patients, the average cost of treatment, and the relationship between compliance and characteristics of costs. This type of research was observational with a retrospective cohort study design. The subjects of the study were hypertensive patients outpatient of Askes participants in Pandan Arang Hospital, Boyolali in 2011-2013. Data were analyzed descriptively including patient characteristics, description of treatment therapy, description of patient compliance, and the average cost of treatment. Chi-Square Test to determine the factors that influence compliance and correlation tests to analyze the relationship between patient adherence to treatment costs. The results showed that there were 310 patients suffering from stage 2 hypertension, the most widely used treatment was 41.81% hydrochlorothiazide + captopril. The number of patients who obeyed as many as 154 patients while patients who did not comply were 156 patients. The average treatment cost of patients who complied with was Rp. 2,202,435, and patients who were non-compliant were Rp. 2,831,860. There was no significant relationship between adherence to treatment costs for outpatients of Askes participants in Pandan Arang Hospital Boyolali.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Kelurahan Naikoten II Kota Kupang Melalui Pemberian Pendidikan Tentang Hipertensi Sarifudin, Barbara Azalya; Patty, Yohana F. Putri P.; Kore, Delvis Mola; Lona, Femmy Anasthasya; Raubun, George Owen; Harun, Taufiqurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.643

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Penderita hipertensi harus meminum obat secara rutin setiap hari. Salah satu cara untuk mengendalikan kepatuhan minum obat dan kontrol kesehatan penderita hipertensi adalah dengan memaksimalkan peran Kader kesehatan. Rendahnya pengetahuan, kemampuan kader dan kurangnya pemberdayaan menjadi penyebab berkurangnya fungsi Posyandu, sehingga minat masyarakat menjadi lebih rendah untuk menggunakan Posyandu sebagai pelayanan Kesehatan. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di RT. 013 tentang penyakit hipertensi Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok dengan media informasi yang digunakan adalah leaflet. Kader kesehatan yang terlibat sebanyak 7 orang. Media leaflet berisi informasi tentang pengertian hipertensi, konsep, gejala, klasifikasi, faktor risiko, dampak, penanganan dan terapi hipertensi. Hasil dari kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan tentang penyakit Hipertensi. Kegiatan penyuluhan dengan pemberdayaan kader di Kelurahan Naikoten II Kota Kupang dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kader aktif, antusias, dan dapat bekerja sama dengan baik. Kader dapat meningkatkan dan memiliki pengetahuan serta memahami dengan baik mengenai hipertensi.