Penelitian ini menganalisis tingkat penerimaan guru sekolah dasar terhadap penggunaan Learning Advisory System (LAS) berbasis web yang memanfaatkan informasi hasil analisis pola belajar siswa menggunakan metode Self-Organizing Map-m-Ary Tree (SOM-m-AT). Perkembangan teknologi pendidikan mendorong kebutuhan terhadap sistem yang juga dapat diterima oleh pengguna utamanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Technology Acceptance Model 2 (TAM2) sebagai kerangka analisis, dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 61 guru sekolah dasar di Kota Malang. Hasil evaluasi outer model menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria Convergent validity (loading factor ≥ 0,70; AVE ≥ 0,50) dan reliabilitas (Cronbach Alpha dan Composite Reliability ≥ 0,70). Dari delapan hipotesis yang diuji, tiga hipotesis terbukti signifikan: Image berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (T=2,474; p=0,013), Perceived Usefulness berpengaruh terhadap Behavioral Intention (T=2,625; p= 0,009), dan Subjective Norm berpengaruh terhadap Behavioral Intention (T=3,095; p=0,003). Nilai R-square moderat (PU = 0,501; BI = 0,559) menunjukkan model memiliki daya prediksi yang memadai. Temuan mengindikasikan bahwa faktor sosial dan persepsi manfaat merupakan determinan utama dalam niat penggunaan LAS. Implikasi penelitian ini penting untuk strategi implementasi dan pengembangan sistem analitik pembelajaran di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026