This study is based on the importance of a father's role in adolescents' psychological and academic development. The absence of a father figure (fatherless) can affect adolescent development, including academic self-efficacy. Previous studies have focused more on the impact of fatherlessness on academic achievement, while studies examining its relationship with academic self-efficacy, particularly the strength dimension, remain limited. Therefore, this study focuses on examining the relationship between fatherless conditions and the strength dimension of academic self-efficacy among adolescents. This study aims to describe academic self-efficacy (strength dimension) and the condition of fatherless adolescents among students at SMA Negeri 11 Banjarmasin, as well as to analyze the relationship between the two variables. This study employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 240 respondents selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires administered to the respondents. Data were analyzed using descriptive statistics and the Spearman's Rho correlation test with the assistance of IBM SPSS version 29. The results showed that academic self-efficacy (strength dimension) was in the high category, with a percentage of 50%, while the condition of fatherless adolescents was in the low category, with a percentage of 45.42%. The hypothesis testing results showed a correlation coefficient of -0.193 with a significance value of 0.003 (< 0.05), indicating a significant relationship between fatherless conditions and academic self-efficacy. Thus, there was a weak negative relationship between fatherless conditions and academic self-efficacy (strength dimension) among students at SMA Negeri 11 Banjarmasin ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran ayah dalam perkembangan psikologis dan akademik remaja. Ketidakhadiran figur ayah (fatherless) dapat memengaruhi perkembangan remaja, termasuk self-efficacy akademik. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas dampak fatherless terhadap prestasi akademik, sedangkan penelitian yang mengkaji hubungannya dengan self-efficacy akademik, khususnya dimensi strength, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada hubungan kondisi fatherless dengan dimensi strength dari self-efficacy akademik pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self-efficacy akademik (dimensi strength) dan kondisi remaja fatherless pada peserta didik SMA Negeri 11 Banjarmasin, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel penelitian berjumlah 240 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang diberikan kepada responden. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan IBM SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy akademik (dimensi strength) berada pada kategori tinggi dengan persentase 50%, sedangkan kondisi remaja fatherless berada pada kategori rendah dengan persentase 45,42%. Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,193 dengan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi fatherless dan self-efficacy akademik. Dengan demikian, terdapat hubungan negatif yang lemah antara kondisi fatherless dan self-efficacy akademik (dimensi strength) pada peserta didik SMA Negeri 11 Banjarmasin.
Copyrights © 2026