TPA Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) Banyumas menerapkan pengolahan sampah terintegrasi melalui refuse-derived fuel (RDF), paving blok, pirolisis, Black Soldier Fly (BSF), dan biomassa sebagai bagian dari pendekatan zero landfill. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak lingkungan dan mengidentifikasi hotspot dari lima jalur pengolahan sampah di TPA BLE Banyumas menggunakan Life Cycle Assessment (LCA). Analisis menggunakan batas sistem gate-to-gate dan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H), berdasarkan kondisi operasional eksisting dan unit fungsi 1 ton sampah tanpa pemilahan. Dampak lingkungan pada kelima jalur terutama didominasi oleh human carcinogenic toxicity, freshwater ecotoxicity, dan marine ecotoxicity. Pada kondisi eksisting, RDF menunjukkan human carcinogenic toxicity tertinggi sebesar 1.314,61. Setelah basis input distandarkan menjadi 1 ton, pirolisis menjadi jalur dengan nilai tertinggi pada tiga kategori dominan, masing-masing sebesar 138,29; 30,274; dan 19,03. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa profil dampak dipengaruhi oleh skala pengolahan dan karakteristik proses masing-masing jalur. Setiap jalur pengolahan di TPA BLE memiliki profil dan hotspot lingkungan yang berbeda. Prioritas perbaikan perlu diarahkan pada proses dominan melalui peningkatan efisiensi energi, optimalisasi proses, dan penguatan pemilahan sampah dari sumber.
Copyrights © 2026