Krisis ekologi di wilayah urban menempatkan perempuan pada posisi kerentanan tertinggi sekaligus menuntut adanya rekonstruksi nilai teologis dalam pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan Hindu urban di Kota Bandar Lampung mengartikulasikan gerakan ekofeminisme dan mentransformasikan filsafat Tri Hita Karana dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekofeminisme, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pengurus dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Bandar Lampung, observasi lapangan, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Hindu urban menunjukkan agensi ekologis yang kuat melalui tindakan adaptif di tengah keterbatasan lahan kota. Aktualisasi pilar Palemahan diwujudkan melalui ekofeminisme praktis harian, seperti pemanfaatan pekarangan sempit untuk tanaman upacara (banten), tata kelola mandiri sampah ritual organik, dan edukasi lingkungan berbasis nilai sakralisasi alam kepada generasi muda. Gerakan ini berhasil mengintegrasikan aspek spiritual (Parahyangan) dan sosial (Pawongan) menjadi aksi ekologis nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi ekologi lokal mampu ditransformasikan menjadi instrumen ketahanan lingkungan urban yang efektif ketika digerakkan oleh agensi perempuan di wilayah diaspora.
Copyrights © 2026