Urbanisasi merupakan salah satu fenomena global yang membawa dampak besar terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat, termasuk pada wilayah-wilayah adat di Indonesia. Di wilayah adat seperti Kampung Malaumkarta, Kabupaten Sorong, dinamika ini muncul melalui peningkatan akses infrastruktur, intervensi pembangunan, dan intensitas interaksi masyarakat dengan wilayah luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lanskap budaya di Kampung Malaumkarta sebagai akibat dari proses urbanisasi selama periode 2019–2025, serta mengidentifikasi bentuk perubahan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis coding dan analisis spasial dengan data yang didapatkan dari studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada elemen fisik, terjadi perubahan pada lingkungan binaan dengan adanya peningkatan infrastruktur seperti jalan, drainase, jaringan komunikasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta pengembangan kawasan wisata. Namun, pada penggunaan lahan pertanian dan penggunaan lahan permukiman tetap stabil di bawah pengelolaan tradisional. Pada elemen non-fisik, perubahan utama terlihat pada kegiatan ekonomi dan budaya. Pada kegiatan ekonomi terjadi peningkatan kesejahteraan akibat intervensi pemerintah, dukungan lembaga swadaya, dan pengembangan pariwisata berbasis alam. Sementara itu, pada kegiatan budaya, generasi muda mulai jarang menggunakan bahasa daerah meskipun kegiatan adat dan spiritual tetap terjaga melalui peran gereja dan sistem egek sebagai penguat nilai sosial. Secara keseluruhan, proses urbanisasi di Kampung Malaumkarta tidak menimbulkan perubahan yang signifikan, karena masyarakat Kampung Malaumkarta masih mempertahankan nilai adat, solidaritas sosial, dan kearifan lokal sebagai dasar ketahanan budaya.
Copyrights © 2026