Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penelitian psikologi dan pendidikan Islam yang berlandaskan Islamic Worldview melalui integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Social-Emotional Learning (SEL), dan pola asuh keluarga. Krisis karakter dan dekadensi moral pada anak usia dasar dan usia dini sering kali bersumber dari dikotomi antara pendidikan formal di sekolah dan pola pengasuhan di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus sintetik-komparatif. Data dihimpun dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi di lembaga pendidikan dan keluarga Muslim. Analisis data mengombinasikan teknik tematik Miles dan Huberman dengan analisis kerangka psikologi keislaman. Hasil penelitian merumuskan Model Integratif Psikologi-Pendidikan Islam (Islamic Socio-Emotional Research Model) yang berdiri di atas tiga pilar utama: (1) Pembiasaan Ibadah dan Ruhiyah (Tarbiyah Ruhiyah), (2) Keteladanan Berbasis Rahmah dan Adab (Uswah Hasanah), dan (3) Penguatan Regulasi Emosi serta Autentisitas Sosial berbasis Aqidah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kurikulum PAI berpendekatan Social-Emotional Learning (SEL) di madrasah dan pola asuh Islami di rumah secara signifikan membentuk regulasi emosi, empati, dan resiliensi moral anak. Implikasi teoretis penelitian ini memperkaya Teori Ekologi Bronfenbrenner dan Psikologi Perkembangan Erikson melalui penanaman nilai spiritualitas tauhid sebagai mikrosistem utama.
Copyrights © 2026