Abdulloh Faqih
Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah (UII Dalwa), Pasuruan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEORI KEBENARAN ILMIAH: INTEGRASI TEORI KORESPONDENSI, KOHERENSI, PRAGMATIS, DAN PERFORMATIF DALAM PENENTUAN KEBENARAN RISET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdulloh Faqih; Ahmad Djuaini
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Agustus 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i8.471

Abstract

Penentuan kebenaran ilmiah dalam riset Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan metodologis, berupa kecenderungan dikotomis antara positivisme-empiris dan dogmatisme-subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis empat teori kebenaran ilmiah utama—korespondensi, koherensi, pragmatis, dan performatif—serta mengintegrasikannya dengan teori kebenaran ilahiah (muthābaqah/wahyu) dalam kerangka metodologi riset PAI kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini membedah asumsi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari masing-masing teori melalui analisis isi (content analysis) dan sintesis tematik-komparatif yang diperkuat oleh petunjuk Al-Qur'an, Hadis Nabi Saw., serta pemikiran ulama salaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat teori kebenaran ilmiah tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi di bawah naungan kebenaran ilahiah (Al-Haqq). Penelitian ini merumuskan Kerangka Verifikasi Kebenaran Empat Lapis (Four-Tier Truth Verification Framework) bagi riset PAI, yang mencakup: (1) validasi teologis (koherensi dengan Al-Qur'an dan Sunnah), (2) verifikasi faktual (korespondensi melalui uji empiris-lapangan dan tabayyun), (3) uji kemaslahatan (pragmatis bagi pengembangan karakter siswa), serta (4) legitimasi operasional (performatif melalui pengesahan kebijakan resmi ulil amri). Penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka integratif ini dalam merancang metodologi riset tesis dan disertasi PAI di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
MODEL PENELITIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN BERBASIS ISLAMIC WORLDVIEW: INTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA DAN POLA ASUH KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK Abdulloh Faqih; Asep Rahmatulloh
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Agustus 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i8.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model penelitian psikologi dan pendidikan Islam yang berlandaskan Islamic Worldview melalui integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Social-Emotional Learning (SEL), dan pola asuh keluarga. Krisis karakter dan dekadensi moral pada anak usia dasar dan usia dini sering kali bersumber dari dikotomi antara pendidikan formal di sekolah dan pola pengasuhan di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus sintetik-komparatif. Data dihimpun dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi di lembaga pendidikan dan keluarga Muslim. Analisis data mengombinasikan teknik tematik Miles dan Huberman dengan analisis kerangka psikologi keislaman. Hasil penelitian merumuskan Model Integratif Psikologi-Pendidikan Islam (Islamic Socio-Emotional Research Model) yang berdiri di atas tiga pilar utama: (1) Pembiasaan Ibadah dan Ruhiyah (Tarbiyah Ruhiyah), (2) Keteladanan Berbasis Rahmah dan Adab (Uswah Hasanah), dan (3) Penguatan Regulasi Emosi serta Autentisitas Sosial berbasis Aqidah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kurikulum PAI berpendekatan Social-Emotional Learning (SEL) di madrasah dan pola asuh Islami di rumah secara signifikan membentuk regulasi emosi, empati, dan resiliensi moral anak. Implikasi teoretis penelitian ini memperkaya Teori Ekologi Bronfenbrenner dan Psikologi Perkembangan Erikson melalui penanaman nilai spiritualitas tauhid sebagai mikrosistem utama.