Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan sarung tenun Bira di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Proses pembuatan dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu pengelolaan bahan dan proses menenun, yang meliputi beberapa tahapan seperti penggulungan benang, menghani, pemasangan benang lungsi, hingga proses penenunan menggunakan alat tradisional. Sarung tenun Bira memiliki delapan motif khas yang mengandung makna simbolis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku mudah diperoleh, namun kendala utama terletak pada harga bahan yang relatif mahal. Dengan demikian, diperlukan dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha tenun di daerah tersebut.
Copyrights © 2026