Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes masih ditemukan wanita penderita hipertensi yang belum patuh dalam penggunaan obat antihipertensi sehingga berpotensi menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah pada wanita di Desa Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden wanita penderita hipertensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 70 responden (46,7%) dan kepatuhan rendah sebanyak 69 responden (46,0%), sedangkan kepatuhan tinggi hanya 11 responden (7,3%). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 129 responden (86,0%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 21 responden (14,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah (p=0,021) dengan kekuatan hubungan termasuk kategori lemah.
Copyrights © 2026