Rendahnya rasa ingin tahu sebagian generasi muda terhadap ilmu syar’i berpotensi mengurangi pemahaman dan pengalaman ajaran Islam, sehingga diperlukan upaya Pendidikan yang mampu membangun motivasi belajar dan karakter keilmuan santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu syar’i melalui Pendidikan Islam di SMPI Amanah Ummah Mojolaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan rasa ingin tahu santri dilakukan melalui pembelajaran interaktif, keteladanan guru, lingkungan sekolah yang relegius, pelaksanaan halaqoh ilmiah, dan pemanfaatan sumber belajar yang memadai sehingga mendorong santri lebih aktif bertanya, berdiskusi, mencari informasi, dan mengaitkan ilmu syar’i dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, pengembangan tersebut masih menghadapi kendala berupa metode pembelajaran yang kurang variatif, motivasi internal sebagian santri yang belum optimal, dan kebiasaan belajar yang pasif. Penelitian disimpulkan bahwa Pendidikan Islam berperan penting dalam mengembangkan rasa ingin tahu santri terhadap ilmu syar’i. Akibatnya, diperlukan inovasi pembelajaran dan penguatan motivasi belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mengoptimalkan penguasaan ilmu syar’i.
Copyrights © 2026