Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan nasional, yang diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai moral, termasuk kedisiplinan peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter disiplin melalui berbagai pendekatan pembelajaran dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Namun, perkembangan era digital, keberagaman karakter peserta didik, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi tantangan dalam proses internalisasi nilai disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai disiplin, mengkaji efektivitas strategi tersebut, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi di SD Negeri 3 Lamokato. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, serta uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai disiplin dilaksanakan melalui pembiasaan perilaku disiplin, keteladanan, pemberian apresiasi (reward), pembinaan secara persuasif, serta penegakan disiplin waktu dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam kehadiran, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah. Hambatan utama yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran sebagian peserta didik terhadap pentingnya disiplin, perbedaan latar belakang keluarga, serta pengaruh penggunaan telepon genggam dan lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penanaman nilai disiplin tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam membangun budaya disiplin yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026