ABSTRACT The rapid advancement of educational digitalization in the post-COVID-19 era has encouraged higher education institutions to integrate online and offline learning as part of the transformation of academic practices. This shift has created both opportunities and challenges in maintaining the quality of academic interactions between lecturers and students, highlighting the need to examine the effectiveness of these learning modalities. This study aims to analyze the dynamics of academic interaction and the effectiveness of online and offline learning, with particular emphasis on the use of Zoom and Google Meet as digital learning platforms. A qualitative approach employing a case study design was adopted. Data were collected through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) involving 20 students and 5 lecturers, and subsequently analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that offline learning is more effective in enhancing students’ understanding due to direct interaction, two-way communication, and immediate feedback. Nevertheless, online learning remains a strategic alternative for ensuring the continuity of academic activities when face-to-face instruction cannot be conducted. Google Meet is preferred for its accessibility, account integration, and ease of use, whereas Zoom offers superior communication stability and more comprehensive interactive features. The study concludes that integrating online and offline learning through a hybrid learning approach can effectively support sustainable and adaptive higher education, provided that both lecturers and students possess adequate digital competencies, active participation, and self-discipline. ABSTRAK Perkembangan digitalisasi pendidikan pascapandemi COVID-19 telah mendorong perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring dan luring secara terpadu sebagai bagian dari transformasi proses akademik. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga diperlukan kajian mengenai efektivitas kedua model pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika interaksi akademik serta efektivitas pembelajaran online dan offline, termasuk penggunaan platform Zoom dan Google Meet sebagai media pendukung perkuliahan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 20 mahasiswa dan 5 dosen, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran offline lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa karena memungkinkan komunikasi dua arah, interaksi langsung, dan pemberian umpan balik secara lebih optimal. Sementara itu, pembelajaran online tetap menjadi alternatif strategis untuk menjamin keberlangsungan perkuliahan ketika pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Google Meet lebih banyak dipilih karena kemudahan akses, integrasi akun, dan efisiensi penggunaan, sedangkan Zoom menawarkan keunggulan pada stabilitas komunikasi serta fitur interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pembelajaran online dan offline melalui pendekatan hybrid learning mampu mendukung keberlangsungan proses akademik secara lebih adaptif apabila didukung oleh kompetensi digital, partisipasi aktif, dan kedisiplinan mahasiswa maupun dosen.
Copyrights © 2026