Ulat tritip (Plutella xylostella) merupakan salah satu hama utama tanaman famili Brassicaceae yang dapat menurunkan produktivitas. Pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan pestisida sintetis yang berpotensi memicu resistensi, pencemaran lingkungan, dan residu berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak daun Hewittia malabarica sebagai biopestisida terhadap P. xylostella, mendeskripsikan mortalitas larva pada beberapa konsentrasi ekstrak, serta mengidentifikasi perlakuan dengan mortalitas kumulatif tertinggi. Penelitian menggunakan eksperimen laboratorium dengan empat perlakuan konsentrasi, yaitu 0% (K0), 15% (K1), 30% (K2), dan 45% (K3). Setiap perlakuan menggunakan 10 larva instar III tanpa pengulangan dan diamati selama 72 jam. Secara deskriptif, mortalitas kumulatif pada jam ke-72 adalah 70% pada K0, 90% pada K1, 90% pada K2, dan 100% pada K3. Perlakuan K3 menunjukkan mortalitas tertinggi. Namun, tingginya mortalitas kontrol dan tidak adanya pengulangan membatasi atribusi kematian larva terhadap ekstrak. Penelitian ini juga tidak melakukan skrining fitokimia secara langsung terhadap ekstrak yang diuji, sehingga senyawa aktif dan mekanisme toksisitas belum dapat dipastikan. Temuan ini merupakan bukti pendahuluan mengenai potensi H. malabarica sebagai kandidat biopestisida nabati dan perlu dikonfirmasi melalui bioassay berulang dengan kontrol yang lebih baik serta karakterisasi fitokimia secara langsung.
Copyrights © 2026