Operasi di daerah rawan Papua menuntut dukungan informasi medan yang akurat, aktual, terpadu dan mudah digunakan oleh unsur komando maupun pasukan di lapangan. Kompleksitas medan yang ditandai oleh pegunungan, lembah, hutan lebat, sungai, akses terbatas, jalur pergerakan yang sulit serta dinamika keamanan yang cepat berubah menjadikan teknologi geospasial intelijen sebagai kebutuhan penting dalam mendukung operasional Satgas Yonif 432/Waspada Setia Jaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemanfaatan teknologi geospasial intelijen serta penerapan citra satelit, foto udara, drone, GPS dan Sistem Informasi Geografis dalam mendukung informasi medan satuan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan teknologi geospasial intelijen perlu diarahkan pada pemahaman karakteristik wilayah operasi, penyediaan data geospasial sesuai kebutuhan satuan, integrasi berbagai sumber data, peningkatan kemampuan personel, penyajian informasi medan yang praktis serta koordinasi antara penyedia data dan satuan pengguna. Penerapan teknologi tersebut mendukung perencanaan patroli, pergerakan pasukan, pengamanan rute, identifikasi titik rawan dan pengambilan keputusan taktis. Dengan demikian, teknologi geospasial intelijen menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapan operasional Satgas di daerah rawan Papua
Copyrights © 2026